Kamis, 04 Februari 2016

Untuk Terakhir Kalinya (2)

Sebulan aku jalani bersamanya, terasa indah, terasa nyaman. Tapi lagi-lagi bayangmu masih tak mau hilang, rasanya sudah terlalu melekat di hati dan pikiranku. Dua bulan pun masih begitu. Aku selalu mencoba menghubungimu dengan cara berkomentar pada status bbm milikmu. Kamu pun merespon dengan baik. Bahkan saat kita bertemu di pementasan, kamu bersandar padaku dan aku pun tidak bisa mengelak. Entah bagaimana rasanya masih senyaman dulu saat kamu masih jadi milikku. Kamu memintaku kembali, tapi aku tidak percaya kalau kamu sungguh-sungguh, karena saat itu datang seorang wanita yang menemanimu selama pementasan berlangsung. Perih? Iya. Aku tak tahu kenapa tapi rasanya aku cemburu. Rasanya aku ingin menjauhkanmu darinya dan duduk di sampingmu. Tapi apa, aku tak berbuat apa-apa. Dan aku juga sadar aku sudah memiliki dia yang sangat menyayangiku.

Sejak saat itu aku mulai mencoba menghindar darimu, sebisa mungkin aku tak ingin bertemu denganmu. Aku tak pernah datang latihan, aku tak pernah datang ke acara-acara yang kamu kunjungi, padahal aku sangat ingin tapi aku mencoba menahan diri. Karena aku rasa itu satu-satunya cara untuk bisa melupakanmu. Tapi nyatanya masih sulit. Aku masih saja men-stalking semua akun media sosialmu, masih saja aku mencoba menghubungimu. Padahal sudah hampir 3 bulan aku bersamanya.

Lalu aku mencoba untuk berhenti melakukan itu, berhenti mencari tahu tentangmu, berhenti memikirkanmu, menghindari pertemuan denganmu, dan mencoba lebih bahagia bersama kekasihku, lebih banyak menghabiskan waktu dengannya, lebih sering memikirkan dirinya.
Dan akhirnya saat ini aku benar-benar sudah berhenti memikirkanmu, berhenti ingin tahu semua tentangmu, dan benar-benar rela melepasmu.

Aku tidak tahu apakah kamu disana masih memikirkanku atau tidak, masih berharap aku kembali atau tidak. Tapi sudahlah aku tak lagi memikirkan itu. Aku hanya berharap kamu bisa segera move on dariku apabila kamu masih tak bisa melupakanku. Tapi jika kamu sudah benar-benar merelakanku seperti aku merelakanmu, aku hanya berharap kamu bisa menemuka seorang wanita yang lebih cerewet dari aku dan bisa lebih membahagiakanmu.


Dan ini doa terakhirku untukmu “Semoga kamu menemukan seseorang itu dan bisa lebih bahagia ketimbang saat bersamaku dulu, dan semoga wanita yang kamu temukan nanti bisa bertahan denganmu dan kamu pun bisa mempertahankan dia hingga kalian menjadi jodoh yang bersama di pelaminan sampai akhir hidupmu nanti”
Selamat tinggal J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar