Kamis, 18 Februari 2016

Jodoh?

Hmm tak akan pernah ada habisnya kalau membahas yang namanya jodoh, selalu saja menjadi misteri yang tak pernah berujung. Makna jodoh ini masih saja sulit dimengerti, terutama bagi mereka yang belum memiliki pasangan, bahkan saya pun masih bertanya-tanya "Siapa jodoh saya? Apakah dia yang saat ini menjadi kekasihku adalah jodohku di masa depan?" Entahlah.

Katanya jodoh itu sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa, jodoh tidak mungkin tertukar dan akan dipertemukan bila tiba saatnya nanti. Ada juga yang bilang kalau jodoh itu kita yang menentukan dan Allah hanya tinggal merestui saja. Lalu yang mana yang benar? Yah, entahlah, mungkin semua itu ada benarnya. Ya mungkin memang benar, tapi yang membuat bingung ialah bagaimana kita tau kalau orang yang bersama kita, yang kita sebut kekasih ataupun yang mendampingi kita setiap hari adalah jodoh kita atau bukan?

Bagaimana jika dia bukan jodoh kita dan ternyata dia jodohnya orang lain? Atau ternyata malah jodoh kita yang sudah bersama orang lain? Tapi kembali lagi dengan pernyataan diatas, katanya jodoh tidak mungkin tertukar, benarkah? Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah menikah kemudian bercerai? Apa karena ternyata yang mereka nikahi merupakan jodoh orang lain? Tapi katanya jodoh tak mungkin tertukar? Atau sebenarnya mereka memang jodoh tapi tak bisa saling mengerti satu sama lain? Tapi bukankah jodoh merupakan pilihan terbaik yang sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa?

Entah sampai kapan semua pertanyaan tentang jodoh ini bersarang di kepalaku. Mungkin akan terjawab saat nanti aku sudah menikah dengan seseorang dan yakin bahwa ia jodohku. Tapi bagaimana menentukannya? Ah mungkin dari kalian ada yang bisa membantu menghilangkan kegelisahan ini?

Just post your opini in the comment below! :)

Kamis, 04 Februari 2016

Untuk Terakhir Kalinya (2)

Sebulan aku jalani bersamanya, terasa indah, terasa nyaman. Tapi lagi-lagi bayangmu masih tak mau hilang, rasanya sudah terlalu melekat di hati dan pikiranku. Dua bulan pun masih begitu. Aku selalu mencoba menghubungimu dengan cara berkomentar pada status bbm milikmu. Kamu pun merespon dengan baik. Bahkan saat kita bertemu di pementasan, kamu bersandar padaku dan aku pun tidak bisa mengelak. Entah bagaimana rasanya masih senyaman dulu saat kamu masih jadi milikku. Kamu memintaku kembali, tapi aku tidak percaya kalau kamu sungguh-sungguh, karena saat itu datang seorang wanita yang menemanimu selama pementasan berlangsung. Perih? Iya. Aku tak tahu kenapa tapi rasanya aku cemburu. Rasanya aku ingin menjauhkanmu darinya dan duduk di sampingmu. Tapi apa, aku tak berbuat apa-apa. Dan aku juga sadar aku sudah memiliki dia yang sangat menyayangiku.

Sejak saat itu aku mulai mencoba menghindar darimu, sebisa mungkin aku tak ingin bertemu denganmu. Aku tak pernah datang latihan, aku tak pernah datang ke acara-acara yang kamu kunjungi, padahal aku sangat ingin tapi aku mencoba menahan diri. Karena aku rasa itu satu-satunya cara untuk bisa melupakanmu. Tapi nyatanya masih sulit. Aku masih saja men-stalking semua akun media sosialmu, masih saja aku mencoba menghubungimu. Padahal sudah hampir 3 bulan aku bersamanya.

Lalu aku mencoba untuk berhenti melakukan itu, berhenti mencari tahu tentangmu, berhenti memikirkanmu, menghindari pertemuan denganmu, dan mencoba lebih bahagia bersama kekasihku, lebih banyak menghabiskan waktu dengannya, lebih sering memikirkan dirinya.
Dan akhirnya saat ini aku benar-benar sudah berhenti memikirkanmu, berhenti ingin tahu semua tentangmu, dan benar-benar rela melepasmu.

Aku tidak tahu apakah kamu disana masih memikirkanku atau tidak, masih berharap aku kembali atau tidak. Tapi sudahlah aku tak lagi memikirkan itu. Aku hanya berharap kamu bisa segera move on dariku apabila kamu masih tak bisa melupakanku. Tapi jika kamu sudah benar-benar merelakanku seperti aku merelakanmu, aku hanya berharap kamu bisa menemuka seorang wanita yang lebih cerewet dari aku dan bisa lebih membahagiakanmu.


Dan ini doa terakhirku untukmu “Semoga kamu menemukan seseorang itu dan bisa lebih bahagia ketimbang saat bersamaku dulu, dan semoga wanita yang kamu temukan nanti bisa bertahan denganmu dan kamu pun bisa mempertahankan dia hingga kalian menjadi jodoh yang bersama di pelaminan sampai akhir hidupmu nanti”
Selamat tinggal J

Rabu, 03 Februari 2016

Untuk Terakhir Kalinya (1)

Hai kamu, seseorang yang dulu pernah singgah di hati ini. Seseorang yang pernah menemani hari-hariku. Aku ingin menyapamu sekali saja untuk yang terakhir kalinya.
Bersamamu selama 7 bulan, mungkin bagimu terasa singkat, terasa biasa saja, terasa tak berarti. Tapi dalam 7 bulan itu membuatku kesulitan menghapus jejakmu di hatiku, membuatku tak bisa memikirkan yang lain selain kamu.
Sungguh, aku tak tau apa yang harus ku perbuat saat harus melepaskanmu, bagiku saat itu merupakan kesalahan terbesarku. Seharusnya aku meminta kamu untuk tetap bertahan dengan memberitahu bagaimana cara melawan kejenuhan itu, bukannya langsung memintamu untuk pergi dari kehidupanku.

Aku ingin jujur, melepasmu sebenarnya bukanlah keinginanku, aku benar-benar tak ingin. Akan tetapi ada seseorang yang begitu memberikan harapan padaku, yang menjanjikan kisah manis bersamanya apabila aku melepaskanmu, yang berjanji tak akan pergi dariku. Dan bodohnya aku percaya semua janji manis itu hingga akhirnya aku tertipu. Aku kehilanganmu, sekaligus kehilangan dia.
Kamu tau sangat sakit rasanya kehilangan dua orang yang sangat dicintai dalam waktu yang berdekatan. Tapi aku tau itu memang kesalahanku, mungkin itu karma yang ku dapat karena telah melepasmu.

Satu bulan tanpamu rasanya hari-hariku sepi, kosong. Tak ada lagi kabar darimu, tak ada lagi canda tawamu, tak ada lagi pertemuan kita yang mungkin membosankan bagimu tapi selalu jadi menyenangkan buatku. Dua bulan pun masih sama, masih terasa menyedihkan bagiku, sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan agar aku bisa menyibukkan diri dan melupakan dirimu.
Aku tidak tau bagaimana denganmu, tapi aku rasa kamu bisa melupakanku dengan mudahnya, karena menjauh dariku memang keinginanmu bukan? Karena nyatanya saat aku mengucapkan perpisahan pun kamu masih bisa tertawa di hadapanku.

Aku pun mendapat pekerjaan, walaupun cukup sibuk masih sempat saja aku memikirkanmu. Hingga akhirnya seseorang itu datang, seseorang yang tak pernah terpikirkan akan ada di hidupku. Entah mengapa aku bisa menerima dia untuk masuk di hidupku, entah bagaimana dia bisa dengan mudahnya memberiku kenyamanan. Mungkin karena saat itu aku sangat kesepian karena ditinggal olehmu, sehingga aku tak mampu berpikir panjang untuk tidak menerimanya.

Senin, 25 Januari 2016

Perkenalan

Hi readers
Oke ini pertama kalinya lagi membuat blog, umm sebenarnya yang kedua, tapi blog yg pertama itu sudah lama sekali tidak terurus, tidak tau alamatnya dan tidak tau bagaimana cara membukanya
Entah kenapa sekarang jadi ingin membuat blog lagi, ya karna sebenarnya banyak yang ingin dituliskan ingin berbagi tapi tak ingin orang lain tau kalau itu saya

Oke karena baru di dunia blog saya mau perkenalan dulu.. Nama blognya sih Spongebob Biru, kenapa? Karena saya suka spongebob dan saya suka warna biru, so as simple as that
But my really name is... Okay of course saya tidak akan pernah memberitahu, karna apa? Itu tadi saya memang tidak ingin dikenali

Sebenarnya blog ini hanya akan berisi curahan hati saya, kenapa saya ingin menuliskannya di blog? Karena saya ingin tau apa ada orang lain yang bernasib seperti saya atau hanya saya seorang yang mengalaminya
Tapi mungkin akan berbagi yang lain juga yang lebih bermanfaat, tergantung mood nya

Nah saya rasa cukup sampai sini perkenalannya, kalau benar-benar penasaran bisa langsung komen di post ini
Time to share, just leave comment if you was here